puisi : Harus Bertahan
aku melangkah di tengah derasnya hujan..
hati yang perih tapi tetap bertahan..
hati yang sunyi seakan tak berpenghuni
ku terus melangkah ditemani keramaian tetesan hujan
melawan jalan yang dipenuhi air hujan yang mengalir..
angin berhembus kencang menusuk kulit..
tubuh yang lemah perasaan tak nyaman
ku memeluk erat tubuh..
melindungi diri dari pedang angin dingin
ketika ku terus melangkah..
ku lihat segerombol anak kecil
berlalu-lalang bermain riang
bibirku tertarik merekah..
kebahagiaan mereka terciprat padaku..
aku mencoba menikmatinya
walau di depan mataku semua keabu-abuan
seakan ada kabut yang hendak menyelimuti
mata sayu menutup perlahan..
menengadah dan membuka mata..
ya..abu-abu yang ku lihat..
matahari bersembunyi di balik langit
mulutku terbuka dan merasakan tetesan hujan
terasa segar dan menyejukkan
kini, ku bisa lebih kuat untuk bertahan..
hati yang perih tapi tetap bertahan..
hati yang sunyi seakan tak berpenghuni
ku terus melangkah ditemani keramaian tetesan hujan
melawan jalan yang dipenuhi air hujan yang mengalir..
angin berhembus kencang menusuk kulit..
tubuh yang lemah perasaan tak nyaman
ku memeluk erat tubuh..
melindungi diri dari pedang angin dingin
ketika ku terus melangkah..
ku lihat segerombol anak kecil
berlalu-lalang bermain riang
bibirku tertarik merekah..
kebahagiaan mereka terciprat padaku..
aku mencoba menikmatinya
walau di depan mataku semua keabu-abuan
seakan ada kabut yang hendak menyelimuti
mata sayu menutup perlahan..
menengadah dan membuka mata..
ya..abu-abu yang ku lihat..
matahari bersembunyi di balik langit
mulutku terbuka dan merasakan tetesan hujan
terasa segar dan menyejukkan
kini, ku bisa lebih kuat untuk bertahan..
Komentar
Posting Komentar