CerpenAdekku Sayang
“Assalamu’alaikum.”
Suara serak datang masuk ke dalam rumah, itu Fila yang baru pulang dari kemah
di sekolahnya.
“Wa’alaikum salam.” Jawab sang kakak,
Kira yang tengah asik dengan laptopnya. “Udah pulang? Lempeng amat mukanya.”
Ucap Kira melirik Fila sekilas.
Fila hanya mendesah, dan masuk ke
dalam kamar. “Udah, jangan gangguin adek, dia kecapean kayaknya.” Kata Ayah
yang meletakkan barang-barang yang Fila bawa ke kemah.
Ya, Fila baru menyelesaikan acara
perkemahan di sekolahnya.
Ketika mentari mulai meninggi di ufuk
timur, seperti biasanya rutinitas pagi
yang dilakukan di rumah itu, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Tapi sedikit
berbeda hari ini, wajah Fila tak secerah mentari dan tak semekar bunga.
Haatttssyyiii..
“Loh adek sakit ya? Mukanya sampe
pucet gitu!” Ujar Ibu khawatir.
“Gak papa kok Bu.” Jawab Fila dengan
suara yang semakin tak terdengar.
“Kalau sakit, gak usah masuk aja, yang
ada nanti malah pingsan waktu upacara.” Celetuk Kira
“Ya sudah, lebih baik kamu gak usah
masuk aja.” Paksa Ibu. Akhirnya Fila mengalah, ia istirahat di rumah hari ini.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan berselimut, diiringi dengan senandung
bersin yang berkelanjutan.
Ketika Kira pulang, ia langsung
memberikan setumpuk kertas memo pada Fila. “Tuh dari temen-temen kamu!” ucap
Kira malas, ia segera meletakkan tas dan pergi meninggalkan Fila. Mata yang
berbinar, Fila membaca kertas-kertas memo itu sambil mengulas senyumnya.
Hatttsyyyii... hatsssyiii... bersin
terus berkelanjutan, hanya berselang beberapa menit, Fila bersin terus menerus.
“Parah ih, pulang-pulang dari kemah
malah bawa flu ke rumah, awas aja nanti kalau yang lain pada kena flu juga.”
ujar Kira ketus. Fila menundukkan kepalanya dalam.
Hingga malam menjelang, sudah banyak
yang terlelap dengan berselimut angin malam. Tapi Kira belum tidur, ia masih
berkutat pada laptopnya. Tapi rasa heran meliputi dirinya, kenapa suara bersin Fila tak terdengar? Ia mengalihkan pandangannya
dan melihat ke arah adiknya yang tidur. Saat Fila mengubah posisi tidurnya dan
menghadap ke arah Kira, Kira melihat Fila tidur menggunakan masker.
Kira terpaku, tertunduk malu dan
merasa bersalah. Perlahan ia membuka masker yang menutupi sebagian wajah Fila,
namun Fila terbangun. “Jangan dibuka Kak, nanti yang lain ketularan flu juga.”
Ujarnya polos.
“Udah, nanti kamu malah sesak nafas,
yang lain malah makin repot.” Jawab Kira dengan suara yang tercekat. Fila hanya
mengangguk dengan mata yang setengah terbuka dan langsung merebahkan tubuhnya
kembali tidur.
Air mata mulai berlinang menelusuri
pipi Kira, maafin Kakak, Fila.
^^
Komentar
Posting Komentar