Rangkaian Luka Dahulu
Benang itu terputus dimakan waktu
Lantas apakah aku akan mencoba
menyambungkannya?
Sedangkan kau tak masalah jika tak denganku..
Bahkan hatiku tak seharusnya menyimpan rindu
untukmu..
Apakah kau benar-benar tak melihat?
Bagaimana perihnya luka hati ini..
Tanganku seketika gemetar..
Hanya karena sebaris kata yang kau ucap..
Aku mengerti maksudmu..
Namun tetap saja, semua itu salah..
Mengapa semua jeritku hanya menjadi angin lalu?
Jadilah seperti yang lalu..
Yang kini slalu kurindu..
Aku selalu mengingat semua kenangan
Tapi tidak denganmu..
Lagi.
Saat mulai lupa, kau memanggilku
Kau pamit dan bilang akan segera kembali
Aku menanti
Namun kau tak kembali
Dan ku harus belajar melupakanmu lagi.
Wah.. terlalu banyak luka yang sudah terangkai
dalam kata..
Maaf, karena hati tak sanggup memaki..
Namun hati tetap saja merasakan perih
Ku ingin tak peduli namun aku tak bisa..
Ku ingin lupakan namun aku tak mampu..
Ku ingin menghapus namun terlalu banyak
kenangan itu..
Kenapa selalu tak tega berlaku kasar padamu?
Jika kulakukan hanya menyisakan rasa bersalah..
Benarkah engkau mengerti?
Apakah kau tahu tentang perasaan ini?
Rasanya tak mungkin
Biarlah lelah ini menerjang diri..
Hingga tubuh tak mampu berdiri
Biarlah semua luka kupendam sendiri..
Hingga hati tak sanggup lagi
Komentar
Posting Komentar