Ringkasan Novel "Kelas Tiga di Malory Towers"
Judul : Kelas Tiga di Malory Towers
Tokoh : Darrell,
Zerelda, Sally, Alicia, Bill/Wilhelmina,
Mavis, Gwendoline/Gwen, Belinda, Irene, Jean, Nona Peters, Mam Zelle,
Nona Potts, Mary Lou, Daphne, dan yang lainnya.....
Komentar : buku ini
tentang sifat-sifat setiap orang yang berbeda-beda dan di sekolah ini, mereka
dididik untuk menjadi yang lebih baik.
Hal Menarik : kelucuan-kelucuan
yang dilakukan Irene & Belinda gara-gara mereka adalah 2 orang yang sangat
pelupa. Perburuan Belinda untuk melukis cemberutnya Gwendoline. Keusilan
anak-anak kelas tiga pada Mam Zelle. Dan akhir semester, yaitu saat-saat
perpisahan yang indah dan lucu....
BAB
1 : Anak Baru
Anak baru dari Amerika
yang bernama Zerelda si pesolek yang padahal umurnya masih hampir 16 tahun,
sehingga terlihat seperti orang yang berumur 20 tahun. Darrell, Tuan &
Nyonya Rivers (Ayah & Ibu Darrel) tidak menyukai gaya Zerelda. Saat ingin
menuju Malory Towers, terpaksa Darrell harus menjemputnya, dan tidak menjemput
Sally karena Sally sakit. Saat perjalanan menuju Malory Towers, Darrell menceritakan tentang
Malory Towers pada Zerelda. Akan tetapi Zerelda tidur dan tak mendengarkan
Darrell bercerita, itu membuat Darrell sangat marah.
2 : Kembali ke Sekolah
Sesampainya di sekolah,
Darrell bertemu dengan teman-temannya, semua temannya menatap Zerelda, dan
bertanya pada Darrell tentang Zerelda. Gwendoline yang melihat Zerelda langsung
senang karena Gwendoline memuja orang-orang seperti Zerelda. Alicia tidak
bersama Betty, karena Betty sakit. Jadi untuk sementara ia akan bersahabat
dengan Darrell, karena nasib mereka berdua sama.
3 : Malam Pertama
Alicia bercerita pada
Darrell bahwa akan ada anak baru yang bernama Wilhelmina, dia memiliki 7 saudara
laki-laki, jadi pikiran Darrell pasti Wilhelmina sangat mirip laki-laki.
Wilhelmina itu biasa di panggil Bill. Mavis yang suaranya memang bagus &
merdu bermimpi ingin menjadi penyanyi opera. Tapi, dia terlalu sombong, maka
dari itu teman-temannya tidak terlalu menyukainya. Akan ada pementasan Romeo
& Juliet, Zerelda sangat senang.
4 : Zerelda di Kelas 4
Zerelda harus ke kelas
4, karena ia berumur hampir 16 tahun. Tapi dandanannya masih tetap sama. Jean
sudah menegurnya agar merubah penampilannya karena Nona William pasti akan
marah. Zerelda tak menghiraukannya. Nona William adalah wali kelas 4. Pada saat
Zerelda sampai di kelas, Nona William mengira ia adalah guru yang di
perbantukan untuk guru-guru yang lain. Tapi tak lama Nona William sadar dan
menyuruh Zerelda mengubah penampilannya. Terpaksa Zerelda menurut. Setelah
mengubah penampilannya Nona William tak mengenalinya lagi, tapi tak lama ia pun
sadar. Sedangkan di kelas 3, saat pelajaran Nona Donnelly, dari jendela
anak-anak kelas 3 melihat seorang anak perempuan dengan tujuh orang laki-laki
sambil mengendarai kuda.
5 : Kedatangan
Wilhelmina
Jean dipanggil oleh Ibu
Asrama, untuk memberikan petunjuk pada Wilhelmina apa yang harus dilakukannya.
Jean berkenalan dengan Wilhelmina dan berbincang-bincang. Wilhelmina diajak ke
kamar untuk membersihkan badan, dan bertemu dengan anak-anak kelas 3. Anak-anak
kelas 3 menyukainya. Di tengah perbincangan, Wilhelmina meminta semua
teman-temannya itu memanggilnya Bill, mereka menurut. Tak lama Zerelda masuk
dan kaget melihat Bill dan mengira Bill itu lelaki, padahal ini sekolah khusus
perempuan. Bill memperkenalkan diri, akhirnya mereka pun berkenalan.
6 : Bill dan Halilintar
Bill menceritakan
tentang Halilintar pada teman-temannya dan ia menunggangi Halilintar
mengeliling bukit. Mavis, Gwendoline, Daphne, Mary-Lou takut pada Halilintar.
Pada saat pelajaran, Bill melihat ke jendela dan memikirkan Halilintar. Nona
Peters memanggilnya, tapi ia tak mendengar karena tak terbiasa di panggil
Wilhelmina, tapi tak lama ia sadar dan mencoba mengusir lamunannya.
7 : Di Ruang Rekreasi
Kelas 3
Di ruang rekreasi kelas
3, anak-anak berkumpul dan ada Zerelda juga. Banyak yang menyukai senam, Gwendoline
mengeluh karena tidak menyukai senam. Belinda muncul dan ingin menggambar
cemberut Gwendoline, tapi Gwendoline pergi karena gambar-gambar Belinda sangat
menggelikan. Jean menyuruh Zerelda kembali ke kelasnya.
8 : Bencana Buat
Zerelda
Zerelda sering membuat
pelanggaran dan diberikan angka peringatan untuk kelasnya, yang apabila angka
peringatannya banyak, maka tidak akan di beri liburan. Nona Grayling
menurunkannya ke kelas 3, ia merasa di kelas 3 akan lebih ringan bagi Zerelda.
Sebenarnya ia merasa malu dan sedih, tapi ia menutupinya.
9 : Di Lapangan
Lacrosse
Saat Zerelda turun ke
kelas 3, anak-anak kelas 3 bersikap manis, akan tetapi walaupun Zerelda
diturunkan dari kelas 4, sikapnya tak berubah. Darrel berlatih menangkap bola,
guru olahraga mengatakan bahwa mungkin ia akan masuk regu sekolah, Darrell
bangga. Darrell menemui Molly dan memintanya untuk melatihnya bermain lacrosse.
Molly tentu saja mau melatihnya, Darrell sangat senang. Molly adalah ketua
olahraga.
10 : Bill dan Nona
Peters
Bill sering melamun di
kelas dan sering ditegur oleh Nona Peters, tugas-tugasnya pun dilakukan oleh
Mary-Lou yang lugu itu. Belinda melukis Halilintar dan hasilnya sangat bagus,
Bill memintanya, tetapi Belinda tidak memberikannya. Belinda akan membuat yang
baru dengan Bill di punggung Halilintar, tetapi Bill harus berjanji akan
mengerjakan tugasnya. Bill menepati janjinya dan mendapatkan lukisannya, tetapi
Bill tidak bisa berbaikan dengan Nona Peters.
11 : Alicia Menerima
Kiriman
Hawa terasa dingin,
Gwendoline cemberut dan Belinda menyelinap untuk menggambarnya. Mavis
memberitahu Gwen dan ia langsung berpaling. Alicia mendapat kiriman dari
kakaknya berupa kotak berisi butiran-butiran berwarna putih bundar pipih dengan
garis tengah. “Apabila itu di beri larutan garam, akan keluar asap tak terlihat
dan menyebabkan bersin mati-matian” itulah isi surat dari kakaknya. Kakaknya
memang sangat usil sama seperti Alicia. Keusilan ini akan dilakukan pada Nona
Peters apabila ada ulangan.
12 : Hari-Hari Berlalu
Sally sudah sembuh, dan
ia telah masuk. Sally cemburu akan kedekatan Darrell dan Alicia. Darrell
mengetahui itu, tapi ia pikir lebih baik berteman bertiga saja, tapi tak bisa,
jadi Darrell tak menghiraukannya. Darrell ditetapkan oleh Molly menjadi
cadangan ketiga dalam tim pertandingan. Semua temannya memberi selamat pada
Darrell.
13 : Gagalnya Latihan
Zerelda
Zerelda akan
menunjukkan latihannya pada Gwen di ruang musik, tapi ruangan itu sudah penuh,
mereka meminta Irene pindah, tapi ia tak mau pindah dan sangat marah karena
mereka telah mengganggunya. Mereka keluar dan menunggu ada yang keluar agar
mereka bisa menempatinya. Tak lama ada yang keluar, mereka langsung
menempatinya. Zerelda langsung beraksi dan yang ditampilkan sangatlah buruk,
Gwen ingin tertawa tapi ia menahannya. Zerelda melilitkan tirai menjadi
pakaiannya. Anak kelas 4 langsung memarahi Zerelda, Zerelda marah dan
melemparkan buku pada anak kelas 4 itu. Ibu Asrama melihatnya dan menyeret
Zerelda untuk membuka tirai di tubuh Zerelda dan mengubah penampilan Zerelda.
14 : Bill Tertangkap
Basah
Nona Peters penasaran
mengapa Bill tak gelisah apabila tak bertemu dengan Halilintar. Nona Peters
memeriksa ke kamar asrama tapi Bill tak ada, ia akan memeriksa ke kandang.
Darrell menyelinap untuk meberitahu Bill, tapi terlambat, Darrell bersembunyi.
Nona Peters marah dan akan memulangkan Halilintar, Bill pergi ke asrama karena
disuruh Nona Peters. Saat Bill sudah jauh, Nona Peters berbicara pada
Halilintar dengan sangat lembut. Saat Nona Peters sudah keluar, Darrell keluar
dari persembunyiannya, ternyata Nona Peters masih di depan kandang membetulkan
sepatunya. Ia melihat Darrell dan memarahinya.
15 : Usul Mavis
Mavis menunjukkan iklan
di koran tentang pencarian bakat. Dia mengajak anak-anak kelas 3, tapi mereka
tidak mau karena acara itu pada malam hari dan itu adalah pertunjukkan murahan.
Mavis menyusun rencana agar ia tetap pergi. Sedangkan Bill murung memikirkan
Halilintar, ia menyuruh Darrell untuk menjenguknya. Kata penjaga kandang,
Halilintar terkena kolik dan Bill gelisah akan hal itu.
16 : Dimana Mavis?
Mavis tak ada, tapi
semua orang tak khawatir karena ia telah berpamitan bahwa ada latihan tambahan
dengan Pak Young. Tengah malam Jean sadar, pasti Mavis datang pada acara itu.
Semua sudah tidur kecuali Bill karena mengkhawatirkan Halilintar. Bill pergi ke
kandang dan sempat menabrak kasur Darrell, Darrell bangun dan melihat Bill tak
ada. Mereka bertemu di tangga menuju kandang, Darrell membawa senter. Darrell
membantu Bill memegangi Halilintar agar tidak tidur.
17 : Perjalanan Tengah
Malam
Darrell pergi memanggil
Nona Peters dan menceritakan kejadian itu, Nona Peters menelpon dokter hewan,
akan tetapi dokter hewan ada di pertanian Ragleet. Nona Peters akan menjemput
dokter dan menyuruh Bill dan Darrell untuk membuat Halilintar berjalan
mengelilingi halaman. Nona Peters berkuda di tengah malam dengan hujan yang
deras. Saat sudah menjemput dokter hewan, diperjalanan pulang Nona Peters dan
dokter menemukan Mavis di tengah jalan tergeletak lemas. Sesampainya di Malory
Towers Nona Peters mengantar Mavis ke san dan dokter langsung ke kandang.
Halilintar di tangani dokter, dan Nona Peters menyuruh Bill dan Darrell kembali
ke kamar, Halilintar tak jadi di pulangkan.
18 : Pagi Harinya
Keesokan paginya Bill
dan Darrell susah dibangunkan, Nona Poots memarahi Jean karena tak melapor
bahwa Mavis pergi. Bill dan Darrell menceritakan kejadian semalam, setelah itu
Jean menceritakan tentang Mavis. Anak-anak kelas tiga senang akan cerita Bill
dan Darrell, tapi sedih akan cerita Jean. Kini Bill telah berubah karena sikap
Nona Peters pada Halilintar semalam.
19 : Latihan Drama
Zerelda menggunakan make-up karena akan menampilkan hasil
latihannya pada Nona Hibbert, dan hanya Zerelda yang paling hafal dengan dialog
Juliet. Saat Zerelda beraksi, hasilnya sangat buruk dan itu lebih mirip
lelucon, semua tertawa. Nona Hibbert marah karena Darrell telah berbuat seperti
itu. Zerelda sakit hati dan ia di suruh cuci muka oleh Nona Hibbert. Gwen
menemui Zerelda karena Zerelda di panggil Nona Hibbert. Zerelda menemui Nona
Hibbert, ia diberi nasehat dengan lemah lembut oleh Nona Hibbert.
20 : HATSSYYYIII!
Zerelda telah berubah
semenjak kejadian itu, Gwen cemberut lagi. Belinda menggambarnya. Tiba-tiba
Gwen sadar. Keusilan yang akan dilakukan Alicia berubah, keusilan itu akan di
tujukan pada Mam Zelle, semua setuju kecuali Sally. Keusilan itu dilakukan,
pada saat Mam Zelle menulis soal ulangan, obat itu mulai bereaksi. Mam Zelle
bersin sangat keras dan itu terjadi berkali-kali. Nona Poots datang membawa
berkas untuk Mam Zelle, ia heran anak-anak terguling-guling dan tertawa di
lantai, sedangkan Mam Zelle terkulai lemas. Mam Zelle hendak menjelaskan tapi
ia bersin lagi. Uap obat itu masuk ke hidung Nona Poots, ia pun ikut bersin.
Nona Poots menyuruh Darrell membuka jendela dan Mary-Lou memanggil Ibu Asrama.
Mam Zelle sudah di tangani Ibu Asrama, Nona Poots bertanya apa yang terjadi.
Alicia terpaksa menjelaskannya, jadi sekelas di hukum kecuali Sally.
21 : Mavis dan Zerelda
Darrell akan bermain
dalam pertandingan kamis ini, karena 3 orang pemain utama sakit. Tapi Darrell
tak bisa bermain karena hukuman itu, hukumanya adalah tidak ada liburan hari
kamis. Sally meminta Nona Poots mengubah posisinya dengan Darrell tapi itu tak
bisa. Mavis sudah boleh dijenguk, dan ia meminta Zerelda yang menjenguknya.
Mavis tak bisa bernyanyi satu-dua tahun, pada saat kejadian itu.... Mavis tidak
diizinkan ikut acara karena masih bersekolah. Mavis memohon hingga lupa waktu
dan ketinggalan bis terakhir, sehingga ia berjalan di tengah malam yang hujan.
Zerelda menceritakan kejadian latihan drama, Zerelda berkata “aku tak punya
bakat, sedangkan kau masih punya bakat.” Suster melihat Mavis bahagia, suster
barkata bahwa mereka bersahabat karib, mereka mengiyakan.
22 : Segalanya Jadi
Beres
Mam Zelle sembuh,
pertandingan kamis ini di tunda karena hujan. Mam Zelle disuruh oleh semua guru
untuk menghukum anak-anak kelas 3. Mam Zelle pura-pura menghukum mereka, karena
dia tak marah dengan kelakuan anak-anak kelas 3, ia malah tertawa. Zerelda
bercerita tentang Mam Zelle pada Mavis, Betty telah masuk. Darrell, Sally &
Bill sering bermain bersama.
23 : Akhir Semester
yang Indah
Darrell terus berlatih
bermain lacrosse. Malam itu daftar nama pemain utama dan cadangan di pasang di
papan pengumuman. Darrell tak ada dalam daftar pemain cadangan, ia sangat
sedih. Tiba-tiba anak-anak kelas 3 datang dan bersorak, Darrell heran, Alicia
menjelaskan bahwa Darrell menjadi pemain utama.
Pertandingan dimulai,
pada babak pertama score 1-1, Molly memberikan tak-tik bagus. Pada babak kedua
tak-tik itu digunakan dan gooolll... . Pada menit-menit terakhir yang scorenya
2-2 Darrell memasukkan bola dan dibunyikan peluit tanda permainan berakhir.
Malory Towers menang dari Barchester dengan score 3-2.
Hari terakhir tiba,
perpisahan pada semuanya. Bill dijemput oleh saudara-saudaranya. Irene berjalan
hilir-mudik mencari kopornya. Gwen cemberut karena penjemputnya belum datang,
Belinda menggambarnya untuk yang terakhir kalinya. Zerelda berpamitan “selamat
jalan”, Mavis membalas “selamat berpisah”. Belinda keluar dengan membawa
membawa kotak kayu berisi bubuk sabun mandi, ia bertubrukan dengan Mam Zelle,
dan kotak itu jatuh. Tiba-tiba Mam Zelle “haatttssyyii...”, Mam Zelle akan bersin
lagi Nona Poots dan Nona Peters berlarian untuk berlindung. Darrell dan Sally
tertawa terpingkal-pingkal. Akhirnya Darrell di jemput, Darrell akan pulang
bersama Sally, ia bercerita pada orang tuanya, bahwa ia memenangkan
pertandingan lacrosse. Sally menyuruh Darrell untuk melihat Malory Towers
“sampai bertemu lagi Malory Towers” teriaknya.

Komentar
Posting Komentar