Harapan dan Masa Depan

Di masa depan nanti, akan seperti apa ya? Apakah mimpi-mimpiku tercapai? Wah.. masa depan itu sungguh sebuah misteri ya? Sangat ingin aku mengetahui rahasia masa depan itu. Sempat aku berpikir dan berharap akan adanya sebuah alat agar bisa menembus waktu layaknya alat Doraemon. Namun, rasanya kurang bijak menggunakannya jikalau alat itu benar-benar ada.
Apakah di masa depan nanti aku akan merindukan masa lalu? Sepertinya itu pasti. Sekarang saja, aku rindu pada masa laluku, masa-masa ketika aku masih kecil dan hanya bermain, tanpa tahu apa itu luka karena cinta.
            Ya, aku masih ingat masa kecilku dulu, aku juga berpikir bagaimana masa depan. Sejuta mimpi dan harapan mulai tertanam di masa itu, diri ini berharap untuk dapat mencapainya. Saat kecil, aku berharap untuk bisa menjadi seorang dokter. Aku berharap untuk sampai ke kampung halaman Umi’ yang berada di ujung barat Indonesia dan bertemu dengan saudara-saudara yang nun jauh di sana, sedangkan kami di Madura. Aku berharap aku bisa terus bersahabat dengan teman-temanku hingga aku dewasa. Itu masih segelintir mimpi dan harapanku dari sekian juta yang bertaburan dalam pikiranku.
            Di masa ini, beberapa hal mulai terjawab. Aku rasanya tak bisa menjadi seorang dokter, karena nilai Biologiku saja selalu pas-pasan bahkan terkadang di bawah rata-rata, dan aku kesulitan untuk menghafal kata-katanya, membacanya saja aku sudah kewalahan. Dan Alhamdulillah aku menemukan minat yang berbeda, yakni menulis. Tak tahu nanti bagaimana di masa depan. Akankah berubah lagi, atau mungkin terwujud? Apapun itu, aku berharap mendapatkan yang terbaik.
            Selain itu, Alhamdulillah ada yang tercapai. Allah mengizinkanku dan keluarga untuk pergi ke kampung halaman Umi’. Walau tak lama dan menyisakan rasa lelah, namun pengalaman dan ikatan persaudaraan ini terasa lebih erat. Dan aku juga baru tahu, ternyata ada Pa’cik ku yang paling muda berumur satu tahun dibawahku. Aku jadi rada ragu untuk memanggilnya. Bagaiman dengan abangku harus memanggilnya? Wkwkwk..

            Perihal harapanku untuk terus bersama teman-temanku hingga dewasa, ya itu pemikiranku ketika kecil, walau kadang sesekali aku masih berpikir demikian. Tapi itu tak mungkin terjadi, karena ada saatnya untuk mereka pergi dariku dan akhirnya datang teman-teman dengan wajah-wajah baru. Dari sini aku mulai belajar bahwa hidup akan terus berubah.

            Seberubah apapun hidup ini, aku terus berharap semoga aku di masa depan berubah untuk menjadi lebih baik. Mungkin melalui karya-karyaku yang kutulis kini, bisa menjadi motivasi, pengingat, dan pengobat rasa rindu akan masa lalu untukku di masa depan nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose