Tanya pada Hati
Perasaanku.. tanggung jawabku..
Haruskah masalah hati itu diakhiri dengan pergi??
Yang tersisa dari kisah ini hanya ada aku yang takut kau hilang..
Jadi.. tetaplah di sini.. jangan datang lalu kau pergi..
Pada akhirnya.. semua rahasia masih tergantung tanpa arah yang jelas..
Entah mengapa.. aku tak tau harus berbuat apa sekarang..
Entah mengapa aku masih belum mengerti dengan perasaan ini..
Entah mengapa ideku masih belum mengalir sekarang.. apa karena kamu?
Atau bagaimana?
Entah mengapa mungkin sepertinya otakku tak bosan hingga terlalu
sering memikirkanmu..
Entah mengapa sang angin mungkin sedang malas mendekatiku dan sang
mentari bersemangat untuk bersinar terang..
Entah mengapa aku masih belum rela menghapus semua kenangan dan juga chat
antara kau dan aku..
Entah mengapa aku tak bisa benar-benar membaca ekspresi dan
pikiranmu..
Entah mengapa aku tak tau caranya untuk menyadarkanmu tentang perasaan
yang ku pendam cukup lama..
Dan, aku takut..
Takut diri ini tak memiliki perasaan takut pada-Nya..
Takut jika ternyata diri ini tak sekuat dan sekokoh yang terpikirkan..
Takut menjadi alasan menetesnya air mata kesedihan orang-orang yang
menyayangiku..
Takut jika ternyata aku masih terus memikirkanmu hingga nanti..
Takut jika senyuman dan kepercayaan itu hilang hanya karena kau tau
tentang perasaanku..
Takut jika tanpa sadar seiring berjalannya waktu hati ini perlahan
berubah menjadi sekeras batu..
Terus merasa takut dengan hal-hal yang seharusnya tidak pantas untuk
ditakuti..
Takut tanpa sadar diri ini menyekutukan-Nya dengan yang lain..
Takut pandanganku menjadi gelap dan kaki melangkah ke arah yang
salah..
Takut berakhir bersama api..
Takut semua keindahan hanyalah kedok dari kehancuran..
Takut terjerumus dalam luka lama..
Takut kepercayaan orang lain padaku hilang begitu saja karena ketidak
sengajaanku..
Takut keakraban ini berakhir suatu hari nanti.. entah karena maut,
jarak atau rahasia yang terbongkar..
Takut rasa malas terlalu hebat dan bisa mengalahkanku suatu hari nanti
hingga aku hanya bisa diam..
Takut diri ini lupa caranya bersyukur..
Takut aku terlalu meremehkan waktu..
Takut tak melaksanakan perintah-Nya dan malah mendekati larangan-Nya..
Takut menjadi manusia yang terlalu cinta dengan kemewahan dunia fana
ini..
Takut bibir ini terlalu ragu dan takut untuk mengungkapkan kebenaran..
Takut tak bisa menyelesaikan masalah yang menjadi tanggung jawabku..

Komentar
Posting Komentar