Jatuh Tak Kalahkan Kukuh

Saat kecil aku memiliki semangat yang bisa dikatakan sangat tinggi. Jika aku menemukan suatu hal yang baru, maka aku akan mencari tahu hingga kehausan akan penasaranku hilang.
            Saat itu aku masih TK dan aku terkagum dengan orang-orang yang naik sepeda. Aku ingat itu. Dan ternyata tetanggaku memiliki sepeda. Sepeda yang beroda dua. Sebenarnya sih, sebelumnya aku pernah naik sepeda tapi yang beroda 3 dan yang sambil didorong itu. Aku sangat ingin naik sepeda roda dua.
            Setiap siang aku selalu disuruh oleh orang tuaku untuk tidur siang. Namun, aku termasuk anak yang sulit untuk tidur siang. Kalau sekarang sih, aku malah nyari waktu buat tidur siang gara-gara kesibukan sekolah yang cukup padat. Kadang hidup memang selucu itu.
            Kadang aku tetap tak tidur siang, atau aku berpura-pura tidur siang, lalu menyelinap keluar untuk bermain. Aku sering melalukan itu. Sejak tahu Sefi(nama tetanggaku, dia laki-laki berumur setahun dibawahku) memiliki sepeda, aku pergi ke rumahnya berniat untuk memainkan sepedanya. setelah kupanggil-panggil yang keluar malah Kak Lili(dia laki-laki juga, seorang tetanggaku juga yang berusia remaja dan bisa dibilang menjadi Kakaknya Sefi karena mereka memang sangat dekat).
            Katanya, Sefi sedang tidur siang. Jadi, aku izin padanya untuk meminjam sepeda. Ia mengizinkan, dan bertanya apakah aku tahu naik sepeda. Aku menjawab, “Pengen nyoba.” Lalu ia pergi karena harus menjaga toko.
            Dan tinggal aku dan sepeda di halaman depan rumah Sefi. Awalnya aku mencoba menaikinya lalu aku berjalan. Lalu aku mencoba duduk, melepaskan kakiku agar tak berpijak di atas permukaan tanah lalu meluncur ke halaman yang lebih rendah. Dan aku terjatuh.
            Walau begitu, aku terus mencobanya berulang-ulang, dan jatuh berulang-ulang. Hingga percobaan yang kesekian aku tak jatuh lagi. Aku sudahi hari itu. Untung saja aku tak luka atau tergores, hanya sakit saja. Yang kuingat, aku pulang dengan baju yang kotor, tentu saja, aku jatuh ke tanah berkali-kali.
            Keesokannya aku mencoba lagi. Lalu mencoba mengayuh sepeda itu. Jatuh, dan jatuh lagi. Semeter roda itu sudah berputar, lalu aku jatuh. Dua meter, jatuh lagi, dan masih terus begitu. Hampir tiap hari—lebih tepatnya tiap siang--aku selalu meminjam sepeda itu dan Sefi selalu sedang tidur dan aku izin pada Kak Lili.
            Aku tak ingat berapa hari atau mungkin berapa minggu? Aku meminjam sepeda itu, hingga aku pernah terjatuh dan kakiku terluka. Tapi aku tak pernah berhenti. Meski aku masih belum bisa dan masih terjatuh.
            Hingga suatu siang, ada teriakan dari belakangku saat aku bermain sepeda itu. Itu Sefi. Dia marah karena aku memakai sepedanya. Aku hanya bilang bahwa sudah izin pada Kak Lili, dan dia tetap marah. Sejak saat itu aku berhenti memainkan sepedanya.
            Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Hingga beberapa hari atau minggu kemudian (mungkin), abi membawakan sepeda untukku, katanya itu sepeda milik sepupuku yang tak terpakai. Abi memasangkan roda dibagian samping, menjadikan sepeda roda dua itu menjadi sepeda roda empat. Aku diajari naik sepeda oleh abiku. Aku dengan mudah naik sepeda roda emapat, hanya butuh sedikit keseimbangan.
            Lalu abi melepas dua roda tambahan itu. Dan kini membutuhkan keseimbangan yang cukup besar. Abi memegang dari belakang. Lambat laun, aku melajukan sepeda cukup kencang. Aku menoleh ke belakang, tak ada abi yang mendorong di belakang, abi berdiri tegak jauh dibelakangku.
            Akhirnya aku benar-benar bisa menaiki sepeda. Dan aku saat itu sangat sering bermain sepeda. Aku suka menaiki sepeda hingga saat ini.Yang aku ingat sih, ya seperti itulah kenangan masa kecilku belajar sepeda. Tapi, jika ternyata berbeda dengan kenyataannya waktu itu, aku juga tak tahu.       
Namun, semangatku saat kecil memanglah sangat luar biasa, beda dengan diriku yang sekarang. Aku bahkan masih belum lancar naik sepeda motor. Tapi dengan mengingat kenangan ini, aku dapat memotivasi diriku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose