Saat Tak di Sisi


(Ceritakan seberapa besar kamu pernah kehilangan sesuatu/seseorang)


Kehilangan, adalah sebuah kata yang terasa menyedihkan bila itu terjadi. Dengan kehilangan itu sendiri mengajarkan kita bagaimana sesuatu itu terasa lebih berharga jika sudah tak ada di sisi kita. Aku selalu berpikir, bagaimana jika aku kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat ku sayangi. Apa yang akan terjadi padaku? Apakah aku akan menangis?
Namun tentu saja rasa kehilangan itu pasti terjadi pada setiap diri manusia. Sudah pernah terjadi, baru saja terjadi, atau mungkin masih akan terjadi. Tugas kita hanya mempersiapkan diri akan kehilangan tersebut, dan belajar menghargai apapun yang sudah ada di sekitar kita.
Rasa kehilangan yang pertama kali mungkin cukup membuatku jatuh adalah saat aku kelas 4 SD. Karena sepertinya rasa kehilangan itu cukup berat, dan aku mengingatnya hingga sekarang.
Aku memiliki kucing yang kuberi nama Tommy. Ia adalah salah satu kucing pertama yang kupelihara. Warnanya kuning dengan motif belang-belang layaknya kucing biasa pada umumnya, ekornya panjang dan wajah bulat menggemaskan. Aku sangat menyukainya sejak ia dilahirkan.
Aku sering mengajaknya main dari ia masih sangat kecil hingga ia sebesar kucing pada umumnya, begitu pula dengan saudaranya yang lain. Tapi, aku lebih sayang pada Tommy. Ia sangat suka berlarian, mengejar sesuatu yang bergerak-gerak, dan ia juga sering mengikuti langkahku. Aku suka menggendongnya, hingga ia mengeong tak suka karena ku gendong terlalu lama. Ya, banyak hal menyenangkan sudah kulewati dengannya.
Hingga suatu hari, kehilangan itu datang menjemput. Aku sekolah di SD swasta, dan aku pulang pukul 4 sore. Saat aku baru sampai di depan rumah, ada seorang tetanggaku mengatakan padaku, “Mbak, kucingnya tadi ketabrak.”
Awalnya aku tidak terlalu mengerti dengan ucapan tetanggaku, karena aku sedang merasa kelelahan. Tapi saat aku menanyakan kepada orang tuaku dimana Tommy, mereka menjelaskannya padaku bahwa tadi siang Tommy tertabrak sepeda motor. Dan Tommy sudah dikubur di belakang rumah.
Aku tak percaya saat itu. Tapi air mataku seketika menggenang. Aku keliling di sekitar rumah dan menjerit-jerit memanggil Tommy. Ia pasti datang saat kupanggil. Namun yang datang hanyalah saudara-saudaranya.
Aku sudah putus asa, aku sudah tak dapat membendung air mataku. Aku segera berlari ke kamar dan menjatuhkan diri ke atas kasur. Aku memeluk erat gulingku dan melihat ke arah jendela, berharap Tommy lewat.
Ya, aku benar-benar menangis cukup keras saat itu. Aku terus menangis hingga malam.

Mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah seekor kucing. Namun apapun itu, jikalau sudah selalu mengisi hari-harimu, hal itu menjadi sangat berharga. Dan terasa menyakitkan saat sudah kehilangannya.

#7daysKF   #NulisRandom2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose