What Do You Think About Marshmallow??

Dua pasang mata saling menatap, dan sebuah tangan dengan tangan orang yang berbeda saling memegang ujung kue marshmallow. “Ini punya gue!” ucap seorang laki-laki tinggi itu dingin.
            “Nggak! Ini punya aku!” tatapan penuh amarah diluapkan Risa.
            “Duh Risa, udah buat Kak Tafa aja! Kan kamu udah makan banyak.” bisik Raya, sahabat Risa sambil menujuk laki-laki tinggi itu yang ternyata bernama Tafa.
            “Nggak! Marshmallow terakhir itu rasanya lebih enak,” kata Risa masih memegang ujung roti marshmallow itu.
            “Lo itu adek kelas kan? Ngalah dong sama kakak kelasnya!” ucap Tafa.
            “Seharusnya kakak yang ngalah sama adek!” Risa makin sebal.
            “Udahlah Ris, kan besok bisa makan lagi di kompetisi marshmallow.” tukas Raya sambil mengguncang pundak Risa.
            “Oh, lo ikut kompetisi itu juga? Oke kita buktiin siapa pecinta marshmallow sebenarnya.” tantang Kak Tafa.
            “Siapa takut!” kata Risa dengan wajah sok garang. Tapi ia gagal, wajahnya malah nampak konyol, Kak Tafa yang melihatnya tersenyum menahan tawa.
            “Ehm... oke, roti ini kita bagi dua aja.” Tafa memberikan sebagian roti itu pada Risa. Setelah itu ia melenggang pergi meninggalkan Risa dan Raya.
            Malam menyelimuti, Tafa merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memikirkan hal terjadi tadi pagi. Lucu juga tuh orang, jarang-jarang ada yang nantangin kayak gitu, adek kelas lagi. Tapi kalau diliat-liat sikapnya kayak Tifa, saudara kembar gue yang lama meninggal, yang biasanya jadi rival marshmallow gue. Tafa tertawa mengingat wajah konyol Risa. Gimana ya besok?
            Di tempat yang berbeda, Risa sedang fokus ke layar laptopnya, ia lalu meninju telapak tangan kirinya. Hmm.. awas ya besok, Kak Tafa!!
            Hari yang ditunggu Risa telah tiba, kompetisi marshmallow. Beruntung dia sekolah di sini, jarang-jarang ada yang mengadakan kompetisi seperti ini.
            “Kamu yakin Ris... mau lawan Kak Tafa? Denger-denger dia itu pemenang kompetisi ini dua kali berturut-turut, sedangkan kamu kan masih baru.” bisik Raya khawatir.
            “Gak peduli, dia gak bisa ngeremehin aku gitu aja! Ini adalah perjuangan cinta marshmallow!!” Risa bersemangat sambil mengangkat genggaman tangannya tinggi-tinggi. Orang sekitar menatap Risa aneh.
            Di sisi lain ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Risa, senyum kecilnya mengembang.
            Pertarungan dimulai. Babak pertama adalah lomba makan marshmallow. Banyak peserta yang makan dengan cepat, tapi Tafa malah makan dengan santai. Risa sejak tadi menatap Tafa dengan wajah sok garang yang konyol, Tafa hanya membalas dengan tatapan datar. Risa memasukkan 3 marshmallow sekaligus ke dalam mulutnya dan membuat pipi Risa menjadi kembung.
“Hahaha...hahaha...uhuk...uhukk...uhukk!!” Tafa yang melihatnya tertawa hingga tersedak. Risa senang akan hal itu dan malah menjulurkan lidahnya mengejek Tafa.
            Beberapa menit berlalu, banyak peserta yang gugur karena tak kuat lagi untuk makan marshmallow yang manis, ada yang sampai muntah karena terlalu banyak makan marshmallow, dan ada yang menyerah karena tak kuat melihat orang muntah. Tersisa beberapa peserta untuk babak selanjutnya dan tenyata Risa dan Tafa juga lolos.
            Babak terakhir yakni pengetahuan tentang marshmallow, dengan semangat Risa terus memencet bel sampai mejanya terguncang, sedangkan Tafa menjawab dengan gaya cool-nya. Risa dan Tafa mempunyai poin yang sama. Wah.. ni anak gak bisa diremehin! gumam Tafa.
            Pertanyaan terakhir sebagai penentu siapa pemenangnya yakni, “Apa nama latin dari akar tanaman marshmallow?!”
            Aduh... nama latin. Gumam Tafa dalam hati sambil menggigit bibirnya. Teeeetttt. Risa memencet bel, “Althea Officinalis.” Jawabnya yakin.
            “Benar! Pemenang kompetisi marshmallow tahun ini adalah..... Risa!”
            “Yeay..!! aku menang!!” sorak Risa senang sambil melompat, Raya langsung menghampirinya dan ikut melompat-lompat riang. Tafa dari jauh geleng-geleng kepala sambil mengulas senyum kecilnya kayak Tifa banget sih kata hatinya.
            Risa menerima piala dengan bentuk marshmallow di atasnya, dan ia kembali tertawa bersama Raya. Tafa mendatangi Risa dan Raya dengan wajah datarnya, Risa yang merasakan kehadiran Tafa berhenti tertawa, “Aku menang kan??” tanya Risa.
            “Iya. Hmm... aku punya satu pertanyaan!” kata Tafa yang melipat tangan di depan dadanya. Risa hanya memiringkan kepalanya. “What do you think about marshmallow?” tanya Tafa.
            “Hmm.. marshmallow itu manis, lembut, mmm.... pengen dijadiin bantal!!” seru Risa sambil tersenyum lebar. Tafa hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya.
            “Kalau Kakak?? What do you think about marshmallow..??” tanya Risa yang harus selalu mendonggakkan kepalanya karena Tafa tinggi.
            “Marshmallow itu...” Tafa diam sejenak. “Kamu!!”
            “Haaahh??!!” wajah Risa langsung berubah konyol, ia tak mengerti apa maksudnya. Tafa yang sengaja melakukannya untuk melihat wajah Risa yang konyol langsung tertawa terpingkal-pingkal.

^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose