Surat Untukku di Masa Depan
Assalamu’alaikum..
Bagaimana
kabarmu? Bagaimana kondisi imanmu? Apa kabar dengan hatimu? Bagaimana suasana
di sekitarmu? Hmm, kucing-kucing bagaimana? Apakah mereka sudah semakin besar?
Apakah mereka masih senakal saat aku mengetik surat ini? Apakah kau masih suka
dengan psikologi? Apakah karya-karyamu sudah tersebar luas dan menjadi
inspirasi banyak orang?
Kalau
kabarku saat mengetik surat ini cukup baik. Kondisi imanku lumayan tapi masih
sangat kurang. Kalau tentang hati sih, lebih baik dari sebelumnya. Suasana di
sekitarku sedang cukup nyaman. Dan kucing-kucing masih sering nakal namun
menggemaskan. Aku juga terus merangkai karya-karya dari ide-ide yang muncul
dalam pikiranku.
Sudah
tak menjadi hal yang tabu mengirim surat untuk diri sendiri di masa depan.
Terlebih lagi, bisa berdampak positif juga bukan? Namun, surat yang kuketik ini
belum tentu juga bisa dibaca olehku di masa depan(alias olehmu). Bisa jadi,
usiaku sudah hampir mencapai batasnya, atau ada hal lain yang tak terpikir
olehku terjadi. Kita tak pernah tahu bagaimana akhirnya.
Aku
yang mengetik surat ini sedang memiliki banyak harapan, kau mengingatnya kan?
Apakah semua hal itu tercapai? Salah satunya kau menerbitkan beberapa karya
yang sudah aku pikirkan. Tapi jika masih belum tercapai juga tak apa, itu hanya
sekedar harapanku. Bisa jadi harapanku berubah di tengah jalan. Tapi aku cukup
yakin, dengan harapanku. Semua akan terwujud olehmu pada waktunya
masing-masing.
Bagaimana
perkembangan teknologi pada zamanmu? Kupikir mungkin akan sangat maju. Ada
banyak kendaraan yang bisa terbang, dunia maya semakin meraja lela, berbagai
macam penemuan baru sehingga manusia semakin malas untuk melakukan apapun
bahkan untuk sekadar menyapu lantai rumah. Mungkin itu hanya khayalanku. Tapi,
apapun yang terjadi, tolong jangan mudah terpengaruh, oke?
Kau
tak melupakan masa lalumu kan? Bagaimana
pun, masa lalu itu yang membangun dirimu yang sekarang atau bahkan untuk masa
depanmu. Dari masa lalu, kau bisa belajar untuk menjadi yang lebih baik. Dan
gunakan waktumu dengan baik demi masa depanmu, jangan biarkan penyesalan itu
menyusup ke dalam dirimu layaknya engkau yang dulu. Jangan lupa pula dengan
orang-orang yang mendukungmu dan membantumu, yakni keluarga, guru, teman, dan
siapapun itu.
Mungkin
itu saja hal-hal yang ingin aku sampaikan. Pesanku, jika kau menemukan masalah,
kembalikan segalanya pada Allah dan percayalah pada hatimu. Jangan biarkan
sedetikpun dirimu melupakan Allah, jangan pernah lelah mengkaji ilmu Al-Qur’an,
jangan pernah ragu untuk meminta maaf, mengucapkan terimakasih, dan tersenyum,
kuharap kau masih memiliki sifat itu.
Wassalamu’alaikum
Juni, 2017
Dari Dirimu Sendiri
Salsabila
Komentar
Posting Komentar