Surat Untukku di Masa Depan
Assalamua’alaikum..
Bagaimana keadaanmu? Bagaimana kabar jurusan
Psikologi yang aku inginkan? Apakah karya-karyamu banyak diterbitkan? Apakah
namamu sudah banyak dikenal?
Tapi itu hanya harapanku, tak apa jika itu tak
terjadi padamu, mungkin saja di tengah jalan harapan dan jalanmu berubah. Lucu
ya? Aku bicara pada diriku sendiri di masa depan. Apakah kau merindukan masa-ku?
Ketika kau memulai langkahmu dengan mencoba mengikuti lomba-lomba menulis untuk
mewujudkan mimpimu.
Sebenarnya, surat ini belum tentu akan kau baca,
karena usia tak ada yang tahu hingga kapan akan berhenti atau mungkin
kau malah lupa bahwa kau pernah menulis surat ini.
Bagaimana dengan orang-orang di sekitarmu? Apakah
mereka mengejekmu? Meremehkanmu? Atau sangat baik padamu? Yah, apapun yang terjadi aku yakin bahwa kau
lebih tegar dibanding aku. Aku selalu berharap demikian.
Bagaimana keadaan
bumi? Aku berpikir di tahun-tahunmu di bumi semakin sulit menemukan
pohon, semua pohon telah habis ditebang dan hanya satu pohon yang hidup, dan berbagai peralatan canggih merebak
dimana-mana, membuat manusia semakin malas dan diperbudak tanpa sadar oleh
mesin-mesin itu. Jangan sampai kau terjebak juga ya.
Tapi
itu hanya khayalan burukku saja, aku berharap bumi menjadi damai, tak ada yang perang
lagi, tak ada yang tertindas, hidup dalam ketenangan, dan ada banyak pohon
tentunya.
Kau, jangan lupa dengan masa lalumu ya, bagaimana
pun masa lalu itu yang membangun dirimu yang sekarang atau bahkan untuk masa
depanmu. Dari masa lalu, kau bisa belajar untuk menjadi yang lebih baik. Jangan
lupa pula dengan orang-orang yang mendukungmu dan membantumu, yakni keluarga,
guru, teman, dan siapapun itu.
Mungkin itu saja hal-hal yang ingin aku
sampaikan. Pesanku, jangan biarkan sedetikpun dirimu melupakan Allah, jangan
pernah ragu untuk meminta maaf, mengucapkan terimakasih, dan tersenyum, kuharap
kau masih memiliki sifat itu.
Wassalamu’alaikum..
April, 2016
Dari Dirimu Sendiri
Salsabila
Komentar
Posting Komentar