Kebohongan Dibalik Kertas Lipat Warna-Warni

Menurut KBBI bohong adalah tidak sesuai dengan hal atau keadaan yang sebenarnya; dusta.
            Aku ingat saat pertama kali aku berbohong. Tentu saja orang tuaku tak pernah mengajari anak-anaknya untuk berbohong. Tapi entah apa yang membuatku berbohong saat itu.
            Hal itu terjadi saat aku masih TK. Teman-temanku saat itu banyak yang memainkan kertas lipat—atau ada yang menyebutnya origami-- berwarna-warni, aku jadi tertarik juga namun aku tak memiliki kertas lipat.
            Sepulang sekolah aku meminta uang pada abiku untuk membeli kertas lipat. Beliau bertanya untuk apa kertas lipat itu. Sontak aku bingung harus mengatakan apa, dan saat itulah aku berbohong. Aku mengatakan bahwa guruku menyuruh untuk membawa kertas lipat besok.
            Abiku memberikan uangnya, esoknya di sekolah aku segera membeli kertas lipat itu dan memaikannya. Melipat-lipatnya menjadi suatu bentuk, atau mengguntingnya.
            Sepulang sekolah abiku bertanya padaku dengan nada yang sangat lembut. “Beneran gurunya nyuruh buat beli kertas lipat?”
            Aku menunduk, aku tak bisa berbohong lagi. Aku mengatakan yang sebenarnya. Lalu abiku menyentuh puncak kepalaku. “Ya sudah, tapi lain kali jangan bohong lagi ya?” ujarnya. Aku mengangguk dan melihatnya tersenyum.

            Sungguh itu kenangan yang benar-benar tak bisa kulupakan. Itulah saat pertama kali aku berbohong dalam ingatanku. Walau sekarang mungkin aku sudah pernah berbohong untuk kesekian kali, namun tentu saja ada alasan dibaliknya. Meski begitu, aku selalu berusaha untuk menghindarkan diri dari berbohong karena tentu saja itu perbuatan tercela. Terlebih lagi saat aku mengingat kenangan ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose