Interpretasi Puisi


Gara-gara barusan baca novel karangan Azhar Nurun Ala yang judulnya ‘Tuhan Maha Romantis’—minjem ke Nanda, saya jadi pengen ikutan juga.

Hujan Bulan Juni
Karya Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Kurasakan apa yang dipendam oleh hujan bulan juni. Kerelaan hati untuk jatuh. Tangis rindu yang membisu kepada sang pohon bunga yang berbahagia itu. Kekukuhan hati ingin merengkuh namun tak punya asa untuk menyentuh. Segala rintih dihatinya ia simpan dalam diam.

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Ku mengerti yang dipikirkan oleh hujan bulan juni. Ia enggan untuk memenangkan hati. Ia lenyapkan segala yang diukirnya, karena ia masih tenggelam dalam keraguan yang belum ada ujungnya. Keraguan yang membuatnya pergi, pergi dari harapan yang tak pasti.

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Ku pahami perasaan hujan di bulan juni. Ia relakan segalanya cukup menjerit saat di langit, dan tak peduli bagaimana ia jatuh nanti. Dan tanpa henti ia menjadi penonggak sang pohon bunga meski tak dikenali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PAMERAN

Saat Ini

Lose